DIDUGA DIKEROYOK TENGKULAKNYA SENDIRI, BURUH BUAH LAPOR POLISI KEPOLSEK CIJAKU

Global Expose Tv Lebak, BantenLembaga Bhaskara Indonesia Maju (LBIM) dampingi ‎Seorang buruh pencari buah di Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya ke Polsek Cijaku, Polres Lebak, Polda Banten. Korban mengaku dianiaya oleh bandar buah atau tengkulak yang selama ini menjadi rekan kerjanya.

Korban diketahui bernama Sumanta, warga Kampung Pasir Eurih RT 011/03, Desa Sukasenang, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Kepada awak media, Sumanta menjelaskan bahwa hubungan antara dirinya dan terduga pelaku telah terjalin selama bertahun-tahun dan sebelumnya berjalan baik serta saling menguntungkan.

Dalam kerja sama tersebut, korban berperan sebagai buruh yang mencari buah dari petani, sementara pelaku berinisial A berperan sebagai bandar atau tengkulak yang memberikan modal pembelian. Namun belakangan, korban mengaku sering mendapat perlakuan kasar dengan alasan dituding merugikan pelaku. Puncaknya terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Peristiwa bermula saat korban berada di sebuah bengkel motor milik Hasan di Desa Cipalabuh. Secara tiba-tiba, terduga pelaku datang dengan emosi, menarik tangan korban secara paksa, lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil Honda Mobilio warna putih yang diduga milik pelaku.

Hasan yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku panik dan sempat menegur pelaku agar permasalahan diselesaikan secara musyawarah. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

‎Saya kira polisi buser karena mobil datang ngebut lalu berhenti mendadak. Tidak lama kemudian, pelaku menarik Sumanta dan memaksanya masuk ke mobil. Saya sudah menyarankan agar diselesaikan baik-baik, tapi korban tetap dibawa pergi,” ujar Hasan.

‎Menurut keterangan korban, sebelum dimasukkan ke dalam mobil, ia dipukul di bagian wajah sebelah kiri hingga mengalami lebam parah dan nyaris mengenai mata. Selama perjalanan, korban kembali mendapat pukulan di area wajah dan leher serta intimidasi dari pelaku dan satu orang rekannya.

Saya dipukul, ditonjok, dan diancam akan dibuang ke laut. Saya sudah pasrah, teriak pun tidak ada yang mendengar,” ungkap Sumanta.

Setelah penganiayaan tersebut, korban dibawa ke rumah kakak kandungnya. Di lokasi itu, terduga pelaku diduga kembali melakukan intimidasi dengan memaksa keluarga korban membuat surat pernyataan kesanggupan menyerahkan sejumlah uang dalam waktu satu minggu. Karena panik dan ketakutan, surat tersebut terpaksa ditandatangani.

Merasa terancam, korban kemudian menceritakan kejadian itu kepada sahabatnya dan diarahkan untuk mendapatkan perlindungan hukum. Korban akhirnya didampingi keluarga serta saksi mata melapor secara resmi ke Polsek Cijaku.

“Benar, kami sudah mengantar korban melapor ke Polsek Cijaku, dan saat ini perkaranya sudah ditangani oleh Kanit Reskrim,” kata Hasan.

Korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan profesional, termasuk mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang diduga digunakan saat kejadian.

Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih berupaya menghubungi Kanit Reskrim Polsek Cijaku untuk memperoleh keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

SUMBER ARTIKEL : DIDUGA DIKEROYOK TENGKULAKNYA SENDIRI, BURUH BUAH LAPOR POLISI KEPOLSEK CIJAKU – GLOBAL EXPOSETV.COM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *